Minggu, 21 Oktober 2012

Sejarah Berdirinya Kammi Madani

Dasar Kemunculan
·Adanya tuntutan dari kondisi yang menginginkan sebuah wadah perjuangan dakwah yang mengimplementasikan Al-Qur’an dan Sunnah di dalamnya.
·Pentingnya akan Sosok Mahasiswa yang berkarakter Pemimpin
·Potensi Mahasiswa-Mahasiswa Unggulan yang sangat perlu diarahakan pola fikirnya dan dibentuk karakternya.

Proses Pembentukkan
KAMMI Madani adalah struktural komisariat KAMMI yang berada di bawah naungan KAMMI Daerah Jakarta yang menghimpun kader-kader KAMMI dari Universitas Paramadina, Sampoerna School of Education, Sampoerna School of Business, Universitas Bakrie dan STMIK Bidakara. Organisasi eksternal kampus ini didirikan pada tanggal 1 Muharam 1423 H atau bertepatan dengan 7 Desember 2010 ini, di Ruang Menara Bidakara, Jakarta. Nama KAMMI Madani itu sendiri pada awalnya merupakan hasil singkatan yang sangat dipaksakan dari 5 kampus yang ada. Tetapi setelah disepakati dan maknai kembali arti nama madani, para pendiri KAMMI madani menyepakati dan membuat sebuah filosofi dari kata Madani itu sendiri. Madani diartikan sebagai sebuah tatanan peradaban yang berkeadilan dan menyejahterakan yang merupakan gambaran dari tatanan yang dibangun oleh Rasulullah pada zaman dahulu.

Visi KAMMI Madani Mematangkan Proses pergerakan KAMMI dengan menyeimbangkan serta menyinergikan berbagai potensi yang ada dengan berbasiskan perbaikan yang membumi.

Tujuan Perjuangan KAMMI Madani
·Dakwah Tauhid yang menyeluruh pada semua aspek kehidupan
·Pergerakkan Independen yang produktif dan konstruktif
·Membudayakan pola Pergerakan intelektual profetik
·erekonstruksi nilai –nilai moral yang sesuai dengan islam
·Menjadi Barisan terdepan dalam memperjuangkan masyarakat yang terdzolimi
·Membendung semua bentuk politik praktis dan intervensi terhadap gerakan
·Membangun hubungan dan Ikatan yang berlandasakan pada Ukhuwah Islamiyah
·Bersatu-padu di dalam Aqidah serta saling menghargai perbedaan dalam Muamalah
·Pergerkan yang mengutamakan Kualitas tanpa menghilangkan focus pada kuantitas
·Mengembalikan Kejayaan peradaban Islam menjadi arah pergerakkan

Tidak ada komentar: